Kremlin menyambut pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino yang mempertanyakan efektivitas larangan terhadap Rusia di kompetisi sepak bola internasional akibat perang di Ukraina. Sebaliknya, Kyiv mengecam pernyataan tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Dalam sebuah wawancara pada Senin, Infantino mengatakan bahwa larangan terhadap Rusia dinilai tidak membawa hasil dan justru menimbulkan frustrasi. Pernyataan itu langsung memicu kemarahan Ukraina, yang menegaskan bahwa sanksi harus tetap diberlakukan selama agresi Rusia masih berlangsung.
Respons Kremlin atas Pernyataan Infantino
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menyambut baik komentar Infantino dan menilai sudah saatnya diskusi mengenai pemulihan hak Rusia di dunia sepak bola dilakukan.
Peskov menegaskan bahwa tim nasional Rusia seharusnya mendapatkan kembali haknya untuk berkompetisi secara penuh dan berharap pembahasan tersebut nantinya akan berlangsung di tingkat FIFA.
Posisi UEFA dan Riwayat Larangan
Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, Rusia sebagian besar dilarang mengikuti ajang olahraga internasional.
Union of European Football Associations (UEFA) memiliki kewenangan untuk memulihkan status Rusia. Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya menegaskan bahwa perang di Ukraina harus berakhir sebelum Rusia dapat diizinkan kembali.
Pada 2023, UEFA sempat berencana mengizinkan Rusia tampil di kualifikasi Kejuaraan Eropa U-17 dengan alasan tidak ingin menghukum anak-anak atas kebijakan pemerintah. Namun rencana tersebut dibatalkan setelah sejumlah federasi nasional mengancam memboikot pertandingan.
Status Tim Nasional Rusia
Di level senior, Rusia hanya diizinkan memainkan laga persahabatan. Pertandingan terakhir mereka tercatat berlangsung melawan Chile dan Peru pada November.
Rusia sebelumnya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan berhasil mencapai babak perempat final pada masa jabatan pertama Infantino sebagai presiden FIFA.
Kecaman Ukraina terhadap FIFA
Dalam wawancara dengan Sky News, Infantino kembali menegaskan pandangannya bahwa larangan tersebut seharusnya dicabut karena dianggap hanya menciptakan kebencian. Ia menyatakan bahwa memberi kesempatan kepada anak-anak Rusia untuk bermain sepak bola di Eropa dapat membantu meredakan ketegangan.
Menteri Olahraga Ukraina, Matvii Bidnyi, menyebut pernyataan Infantino sebagai tindakan tidak bertanggung jawab dan kekanak-kanakan. Ia mengingatkan bahwa ratusan atlet dan pelatih Ukraina telah tewas akibat agresi Rusia.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha juga mengecam wacana pencabutan larangan tersebut. Ia menegaskan bahwa ratusan anak Ukraina tidak akan pernah bisa bermain sepak bola karena tewas dalam perang, seraya menuding pihak-pihak yang mendorong pencabutan sanksi mengabaikan kenyataan di lapangan.
Atlet Rusia di Bawah Bendera Netral
Di luar sepak bola, sejumlah atlet Rusia belakangan ini diizinkan kembali berkompetisi di cabang olahraga lain dengan status netral, tanpa membawa simbol nasional Rusia.
Belum ada komentar