Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Enzo Maresca pada Kamis waktu setempat, hanya beberapa hari sebelum laga krusial melawan Manchester City di ajang Premier League. Keputusan ini menandai berakhirnya masa kepelatihan Maresca yang berlangsung selama 18 bulan di Stamford Bridge.
Dalam pernyataan singkat yang dirilis klub, Chelsea menyebut bahwa baik pihak klub maupun Maresca sepakat perubahan diperlukan demi memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan musim ke jalur yang tepat. Pernyataan tersebut hanya terdiri dari 99 kata dan tidak secara eksplisit menyebut Maresca dipecat.
Performa Menurun Jadi Latar Belakang
Kepergian Maresca terjadi di tengah performa Chelsea yang dinilai tidak konsisten. Dalam tujuh pertandingan terakhir Liga Inggris, The Blues hanya meraih satu kemenangan. Rentetan hasil tersebut membuat posisi Chelsea terhenti di peringkat kelima klasemen sementara.
Meski secara matematis posisi tersebut masih tergolong kompetitif, sumber internal klub menyebut bahwa hasil di lapangan bukanlah satu-satunya alasan utama di balik perpisahan ini. Hubungan kerja antara Maresca dan jajaran pimpinan klub disebut mengalami keretakan serius.
Retaknya Hubungan dengan Manajemen Klub
Sumber yang mengetahui situasi internal klub mengungkapkan bahwa hierarki Chelsea mulai khawatir dengan sikap dan perilaku Maresca. Pelatih berusia 45 tahun itu disebut semakin sering menunjukkan ketidakpuasan secara terbuka terhadap kepemilikan klub.
Beberapa pernyataan publik Maresca bahkan dikabarkan mengejutkan stafnya sendiri. Ungkapan ketidaksetujuan tersebut dinilai menciptakan ketegangan internal dan memperburuk hubungan kerja yang sebelumnya sudah tidak harmonis.
Pernyataan Emosional Jelang Laga Everton
Bulan lalu, Maresca sempat menyebut dirinya mengalami “48 jam terburuk” selama berada di Chelsea menjelang kemenangan 2-0 atas Everton. Namun, ia menolak menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada periode tersebut.
Menurut sumber yang dekat dengan situasi tersebut, ledakan emosional itu bukan disebabkan oleh konflik sesaat, melainkan berkaitan dengan perbedaan pandangan yang berlarut-larut mengenai rekomendasi medis, khususnya terkait beban fisik para pemain.
Kritik Publik dan Dampaknya ke Internal Tim
Sikap Maresca yang menyampaikan ketidakpuasan secara terbuka dinilai tidak hanya berdampak pada hubungannya dengan manajemen, tetapi juga memengaruhi dinamika internal staf pelatih. Beberapa anggota staf disebut tidak menyangka isu-isu internal dibawa ke ruang publik.
Situasi tersebut memperkeruh suasana di dalam klub, terlebih ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Ketegangan internal akhirnya dianggap menghambat stabilitas tim dalam jangka panjang.
Laga Terakhir dan Reaksi Suporter
Pertandingan terakhir Maresca bersama Chelsea berakhir dengan hasil imbang 2-2 melawan AFC Bournemouth pada Selasa malam. Usai laga tersebut, para pemain mendapat sorakan negatif dari suporter saat meninggalkan lapangan.
Maresca juga menjadi sasaran nyanyian kritik dari tribun, terutama ketika ia memutuskan menarik keluar Cole Palmer. Terdengar chant yang menyebut bahwa sang pelatih tidak mengetahui apa yang sedang ia lakukan.
Absennya Maresca dari Konferensi Pers
Setelah laga melawan Bournemouth, Maresca tidak hadir dalam konferensi pers pascapertandingan. Pihak klub saat itu menyebut alasan ketidakhadirannya karena kondisi kesehatan.
Namun, absennya sang pelatih dari sesi media semakin memperkuat spekulasi bahwa posisinya sedang berada di ujung tanduk, terlebih dengan tekanan publik yang semakin besar.
Pencapaian Selama Menangani Chelsea
Maresca bergabung dengan Chelsea pada Juli 2024 dan langsung mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan. Pada musim debutnya, ia berhasil membawa klub kembali ke Liga Champions dengan finis di peringkat keempat Premier League.
Selain itu, Chelsea juga meraih gelar Conference League serta menjuarai edisi perdana Piala Dunia Antarklub selama masa kepemimpinannya. Prestasi tersebut sempat membuat posisinya terlihat aman dalam jangka panjang.
Kontrak Jangka Panjang yang Terputus
Sebelum perpisahan ini, Maresca terikat kontrak hingga 2029 dengan opsi perpanjangan satu tahun tambahan. Namun, kesepakatan jangka panjang tersebut tidak mampu bertahan di tengah memburuknya hubungan antara pelatih dan manajemen.
Keputusan untuk mengakhiri kerja sama lebih awal disebut diambil setelah pembicaraan intens mengenai masa depan tim.
Situasi Bangku Pelatih Chelsea
Hingga saat ini, Chelsea belum mengonfirmasi siapa yang akan mendampingi tim dari sisi lapangan pada laga melawan Manchester City. Namun, pelatih tim U-21, Calum McFarlane, dijadwalkan berbicara kepada media dalam konferensi pers prapertandingan.
Untuk jangka panjang, sumber menyebut bahwa Liam Rosenior, yang saat ini menangani Strasbourg—klub milik konsorsium BlueCo—menjadi salah satu kandidat kuat. Sementara itu, nama Oliver Glasner tidak masuk dalam pertimbangan.
Isu Ketertarikan Manchester City
Maresca sebelumnya sempat dikaitkan dengan Manchester City jika suatu saat Pep Guardiola meninggalkan posisinya. Namun, sumber klub menegaskan bahwa kabar tersebut murni spekulasi dan tidak memiliki dasar karena tidak ada kekosongan posisi di City.
Dengan berakhirnya masa kepelatihan Maresca, Chelsea kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas tim di tengah musim yang masih berjalan dan jadwal pertandingan yang padat.
Belum ada komentar